jump to navigation

Surat Al-Ma’un

Posted By Gus Mad  –  16 Oktober 2009   @ 22.23 WIB.

Dalam surat Al-Ma’un, kita diharuskan melaksanakan sholat hanya untuk Allah, bukan untuk bisa dilihat karena riya.

Al-ma’un dalam bahasa Arab berarti hal-hal kecil yang tampaknya trivial dalam kehidupan sehari-hari namun dapat mencerminkan sikap toleransi dan tolong menolong yang sangat tulus (misal: memberi garam bagi tetangga jika mereka kehabisan di dalam pergaulan rumah tangga, meminjamkan pulpen, dan hal-hal kecil lain).

Banyak ulama yang menganggap surat Al-Ma’un adalah surat Makiyah, namun sebagian ulama mengatakan ini adalah surat Madaniyah. Ada juga sebagain ulama yang menganggap bahwa sebagian ayat surat Al-Ma’un diturunkan di Mekkah (ayat 1-3) dan sebagian yang lain di Madinah (ayat 4-7).

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ
orang-orang yang berbuat riya[1603],

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].

أَ menunjukkan kalimat tanya, sedangkan رَأَيْ bermakna melihat baik secara visual maupun secara kognitif, sementara kata تَ berarti kamu. Kata يُكَذِّبُ bermakna membohongi yang berasal dari kata yakdzibu. Sedangkan kata لدِّينِ berarti agama.

Sementara itu, para ahli tafsir mengatakan bahwa kata رَأَيْ bermakna melihat secara visual bila obyek yang dilihat hanya satu benda, sementara dia berarti melihat secara kognitif bila obyek yang dilihat berjumlah dua atau lebih.

Pada ayat ke 2, kita mendapati kata-kata kunci seperti: Kata دُعُّ yang berarti menolak yang berubah menjadi يَدُعُّ. Semantara itu, kata طَعَامِ berasal dari kata thoima, ath’ama yang berarti memberi makan. Kata يَحُضُّ berasal dari hadhon yang berarti menganjurkan. Kata وَيْلٌ berarti hancur, binasa atau celaka, sedangkan kata مُصَلِّينَ merupakan bentuk jama dari musholla yang bermakna mereka yang sholat. Kata riya sendiri adalah perubahan dari kata رَأَيْ yang berubah menjadi yuro’i, roa’a yang bermakna agar kelihatan (pamer).


Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: