jump to navigation

Surat Al-Kautsar

Posted By Gus Mad  –  09 Oktober 2009   @ 09.00 WIB.

Dinamakan surat Al-Kautsar karena ayat pertama surat ini memuat kata ini (الْكَوْثَرَ) yang berarti: sebuah sungai di surga kelak yang penuh dengan kenikmatan dari Allah. Sebagian ulama mengkategorikan surat ini surat Makiyah namun sebagian lagi menganggap ini adalah surat Madaniyah.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Ini bermakna iqomati shalah atau mendirikan sholat. Sedangkan kata انْحَرْ berarti menyembelih (kurban) pada hari Iedul Adha. Sedang kata qurban sendiri berasal dari kata qoruba yang bermakna sesuatu untuk mendekatkan diri pada Allah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,

Kata anhar dan qurban bermakna shodaqah yang bisa berbentuk zakat atau infaq.

1) Sesungguhnya penciptaan manusia dan jin adalah hanya untuk satu tugas berbakti (لِيَعْبُدُونِ) pada Allah seperti yang difirmankan Allah dalam Adz-Dzariyat: 56 dan dengan satu tujuan untuk mencari ridho Allah seperti tercantum pada Al-Baqarah: 207.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
(QS 51, Adz-Dzariyat: 56)

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS 2, Al-Baqarah: 207)

Allah telah memberikan fasilitas baik internal (16: 78) maupun external (16: 4-7):

وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS 16, An-Nahl: 78)

خَلَقَ الإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS 16, An-Nahl: 4)

Selanjutnya surat An-Nahl: 4-17 bahkan menunjukkan fasilitas-fasilitas yang telah Allah berikan baik secara internal maupun external untuk manusia yang kemudian ditutup dengan ayat ke 18 yang seandainya kita harus menghitung nilai kenikmatan tersebut niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Ayat tersebut berbunyi:

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 16, An-Nahl: 18)

Namun semua fasilitas dan kenikmatan yang Allah berikan tersebut sering menyebabkan manusia lupa akan tujuan utamanya untuk berbakti pada-Nya akibat self interest (hawa al-nafsu) seperti dijelaskan dalam Al-Qashash: 50 berikut:

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS 28, A–Qashash: 50)

Untuk itu, sebetulnya Allah memerintahkan para penguasa sebuah negeri untuk mengambil zakat dari umat Islam untuk mensucikannya dari hawa al-nafsu yang telah mengabaikan nikmat Allah yang telah diberikan tersebut, seperti yang termuat dalam At-Taubah: 103.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 9, At-Taubah: 103).

Di dalam surat Al-Kautsar, Allah juga menceriterakan tentang akhlaq Nabi Muhammad SAW yang mengabdikan hidupnya sepenuhnya untuk Allah SWT.

Sejak manusia lahir, hawa nafsu (self interest) selalu mendominasi hidup kita, padahal, pengajaran agama Islam tradisional selalu menekankan pada kehidupan akhirat dan ajaran untuk membunuh semua hawa nafsu untuk kehidupan duniawi. Akibatnya, terutama untuk kaum muda kurang menarik. Seharusnya, perlu diajarkan juga cara-cara pengelolaan hawa nafsu (yang positif) dalam hal untuk pencapaian prestasi di dunia menjadi yang terbaik dalam semua bidang profesi di level manapun.

Surat Al-Kautsar berisi:

1) Pengabdian penuh pada Allah untuk melawan semua nafsu untuk tidak mempercayai hari pembalasan;

2) Membuang jauh-jauh semua penghalang untuk selalu memperkuat keimanan tentang akan datangnya hari kiamat. Meyakini sepenuhnya bahwa diri kita selalu diawasi oleh Allah SWT dari jarak yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS 50, Qaf: 16)

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS 20, Toha: 14)

وَمِنَ الأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَاتٍ عِندَ اللّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ أَلا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ سَيُدْخِلُهُمُ اللّهُ فِي رَحْمَتِهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 9, At-Taubah: 99).

Sifat kikir sebetulnya merupakan proses yang cukup panjang karena ini adalah akibat sikap manusia dalam mempertahankan eksistensi dirinya agar tetap survive (tetap bertahan hidup). Sikap harus tetap hidup inilah yang menyebabkan manusia berdaya upaya untuk memperoleh pekerjaan atau penghasilan agar dirinya survive. Dan Allah telah menjamin sumber-sumber kehidupan (ma’isyah).

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS 7, Al-A’raf: 10).

Di fihak lain, terdapat banyak sekali tantangan yang menjadi sumber rasa takut (khauf) dalam mempertahan hidup. Salah satu rasa takut terbesar adalah takut pada kematian. Padahal Allah telah telah menjamin seperti dijelaskan dalam Al-Ahqaf: 13.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah[1388] maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS 46, Al-Ahqaf: 13).

Rasa takut akan tidak dapat bertahan hidup inilah yang telah menyebabkan nafsu untuk menikmati hidup seperti firman Allah dalam Ar-Rad: 26 berikut.

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS 13, Ar-Rad: 26)

Selanjutnya takut tidak dapat bertahan hidup inilah yang mengakibatkan sifat rakus dan sifat mengagung-agungkan kekayaan pada manusia (عَدَّدَهُ menghitung-hitung kekayaan) yang sering menyebabkan pelanggaran atas hak orang lain (penipuan, korupsi, dll) seperti yang digambarkan dalam Al-Humazah: 1-2 seperti berikut:

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

(QS 104, Al-Humazah: 1).

الَّذِي جَمَعَ مَالاً وَعَدَّدَهُ

2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung.

(QS 104, Al-Humazah: 2).

Sifat-sifat di atas akan menyebabkan manusia menjadi kikir, suka memamerkan kekayaannya. Semuanya itu adalah bentuk-bentuk syirik (kufur) karena di mata Allah mereka adalah budak dari kekayaannya seperti firman-firman Allah berikut:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS 3, Ali-Imran: 14).

مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِي هِـذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّهُ وَلَـكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS 3, Ali-Imran: 117).


Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: